VAKSINASI HPV | DEDEN SURA AGUNG Sharing

Rabu, 19 Januari 2011

VAKSINASI HPV


Pemberian Vaksin HPV merupakan salah satu metode pencegahan guna merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang dapat mencegah Human Papilloma Virus menginfeksi sel penyebab kanker leher rahim / Kanker Serviks dan beberapa jenis kanker lainnya.Untuk mengetahui sel telah terinfeksi Human Papilloma Virus ada 2 (dua) metode yang digunakan, yaitu PAP SMEAR dan BIOPSI. Segeralah di berikan Vaksin jika hasilnya belum terinfeksi.

1.     Vaksin HPV (Gardasil dan Cervarix)

Vaksin Gardasil dan Cervarix yang terbukti efektif hanya jika diberikan sebelum infeksi HPV, sehingga dianjurkan bahwa mereka akan diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual. Keputusan FDA termasuk informasi tentang usia dan jenis kelamin untuk penerima vaksin. 

FDA menyatakan Gardasil diberikan pada wanita dan laki-laki usia 9 sampai 26. dan Cervarix untuk digunakan dalam usia wanita 9-25.

A. Vaksin Gardasil
Vaksin Gardasil yaitu vaksin yang diproduksi oleh Merck & Co. , Inc. Vaksin ini juga disebut Quadrivalent Yang berfungsi untuk melindungi terhadap empat jenis tipe HPV yaitu 6, 11, 16,dan 18.  Gardasil diberikan melalui serangkaian tiga suntikan ke dalam jaringan otot selama 6 bulan.

FDA telah menyetujui Gardasil untuk digunakan pada perempuan untuk pencegahan kanker seviks, vulva dan kanker vagina yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.
Selain pada wanita Vaksin ini juga di anjurkan untuk digunakan pada laki-laki untuk pencegahan kanker dubur dan lesi prakanker dubur yang  disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Selain itu Gardasil juga terbukti untuk pencegahan kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11.  Vaksin ini lebih efektif di berikan usia 9 sampai 26 tahun.

B. Vaksin Cervarix
Vaksin Cervarix adalah vaksin yang diproduksi oleh GlaxoSmithKline (GSK). Sering juga disebut bivalen vaksin karena target vaksin hanya dua jenis HPV yaitu tipe 16 dan 18. Vaksin ini juga diberikan dalam tiga dosis selama 6 bulan. Cervarix diberikan digunakan pada usia perempuan 9 - 25 tahun hanya untuk pencegahan Kanker Serviks disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.

Kedua vaksin ini Gardasil dan Cervarix dikembangkan oleh ilmuan NCI. NCI lisensi teknologi untuk dua perusahaan-Merck farmasi dan GSK untuk mendistribusikan vaksin HPV secara luas


2.     Cara kerja vaksin HPV

Vaksin HPV bekerja seperti imunisasi lain. Komponen permukaan yang unik dari HPV dapat membuat respon antibodi yang mampu melindungi tubuh terhadap infeksi, dan komponen ini dapat digunakan untuk membentuk dasar vaksin.

Komponen permukaan HPV dapat berinteraksi satu sama lain untuk membentuk Virus-Like Partikel (VLP) yang tidak menular, karena mereka tidak memiliki DNA. Namun, VLP ini dapat menempel pada sel-sel dan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang dapat mencegah Papillomavirus menginfeksi sel dimasa mendatang.

Meskipun vaksin HPV dapat membantu mencegah infeksi HPV masa depan, mereka tidak bisa membantu menghilangkan infeksi HPV yang ada. Artinya mereka hanya berfungsi untuk mecegah terjadinya Kanker Serviks bukan untuk mengobati.


3.     Efektifitas vaksin sebagai imunitas

Gardasil dan Cervarix sangat efektif dalam mencegah infeksi dengan jenis HPV yang targetkan. Vaksin telah terbukti memberikan perlindungan terhadap penyebab Kanker Serviks secara terus-menerus untuk infeksi HPV tipe 16 -18 hingga 8 tahun, yang merupakan waktu maksimum penelitian sejauh ini. Karena vaksin HPV dikeluarkan pada bulan juni 2006.

Para ilmuan akan terus melanjutkan penelitian Untuk mengetahui total durasi waktu perlindungan yang diberikan oleh ke dua vaksin ini. Vaksinasi HPV juga telah diterbukti mencegah perubahan sel serviks prakanker yang disebabkan oleh HPV 16/18.  Hasil ini menunjukkan durasi perlindungan dari vaksin kemungkinan akan bertambah hingga 4-6 tahun kedepan pada wanita yang tidak terinfeksi HPV pada saat vaksinasi.


4.     Metode pemberian Vaksin HPV (proses vaksinasi)

Gardasil dan Cervarix dirancang untuk diberikan melalui penyuntikan kedalam jaringan otot kepada orang-orang dalam tiga dosis / tiga kali pemberian selama 6 bulan, yaitu bulan 0 (dosis pertama / pemberian awal), bulan 1 (sebulan dari pertama) dan yang terakhir bulan ke 6 dari pemberian pertama kali. Tetapi, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa perempuan yang hanya menerima dua dosis Cervarix telah mendapat sama besar perlindungan dari infeksi HPV 16/18 dengan wanita yang menerima tiga dosis. Namun temuan ini perlu dievaluasi dengan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah kurang dari tiga dosis vaksin akan memberikan durasi perlindungan yang cukup.

Meskipun demikian, informasi ini mungkin membantu para petugas kesehatan masyarakat yang mengelola program vaksinasi antara kelompok orang tidak mungkin untuk menyelesaikan regimen dosis tiga.
 
5.     Efek samping pemberian Vaksin HPV

Setiap vaksinasi yang akan diluncurkan, harus telah melalui beberapa tahapan uji klinis. Semua database mengenai vaksinasi, termasuk indikasi dan efek sampingnya, disimpan dengan rapi oleh sebuah badan pengawasan penyakit yang dikenal sebagai Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Penelitian ini memperhatikan semua pola dari berbagai kejadian ikutan yang terlaporkan dalam VAERS sejak vaksin HPV pertama mendapat lisensi (Juni 2006) hingga 31 Desember 2008 dan merupakan studi paska-lisensi HPV yang pertamakali dipublikasi secara luas, dan menyangkut penelusuran klinis dari rekam medis pasien-pasien yang melaporkan VAERS.
Temuan ini secara umum tidak berbeda dengan laporan keamanan vaksin-vaksin lain yang direkomendasikan untuk kelompok usia yang sama (9 – 26 tahun), seperti meningitis dan Tdap. Berdasarkan penelusuran informasi FDA dan CDC, vaksin HPV masih terbukti aman dan efektif, dan manfaatnya jelas melebihi risikonya.
Temuan utama yang terdapat dalam studi tersebut termasuk:
Lebih dari 23 juta dosis telah diberikan di Amerika sejak vaksin HPV dilisensikan Juni 2006. Terdapat 12.424 laporan VAERS setelah vaksinasi HPV hingga Desember 2008.
Sejak vaksin HPV disetujui, mayoritas kejadian ikutan yang dilaporkan (sebanyak 94%) setelah vaksinasi HPV adalah kejadian ikutan yang tidak serius. 
Kejadian ikutan dianggap serius apabila:
  • Mengancam nyawa
  • Mengakibatkan kematian
  • Disabilitas permanen
  • Kelainan bawaan lahir
  • Perawatan di rumah sakit atau perpanjangan perawatan
Kejadian ikutan yang paling sering dilaporkan adalah:
  • Sinkop (pingsan) – umumnya dijumpai pada penyuntikan anak-anak remaja
  • Reaksi lokal pada lokasi suntikan (merah dan nyeri)
  • Rasa melayang
  • Mual
  • Sakit kepala
Dari 12.424 laporan kejadian ikutan, 772 (6%) merupakan kejadian ikutan yang serius, termasuk 32 laporan kematian
Dari 32 kasus kematian tersebut, dilakukan pemeriksaan dan terbukti tidak ada pola khusus mengenai penyebab kematian dan tidak ada pola yang mengarah pada vaksinasi sebagai penyebab. Pada kasus-kasus yang dilakukan otopsi dan penelusuran rekam medis dan surat kematian, penyebab kematian merupakan faktor-faktor diluar vaksinasi. Beberapa penyebab kematian mereka adalah diabetes, infeksi virus, penggunaan obat-obatan terlarang, dan gagal jantung.
Terdapat dua laporan penyakit saraf yang tidak wajar yang secara otopsi dinyatakan sebagai kemungkinan varian Amitrophic Lateral Sclerosis (ALS), seringkali dinyatakan sebagai penyakit Lou Gehrig. Saat ini belum terdapat bukti bahwa vaksin HPV menyebabkan penyakit tersebut, namun beberapa ahli sedang mempelajari kasus tersebut.
Beberapa laporan sinkop dan emboli paru (penyumbatan bekuan darah di paru-paru), dinyataan bahwa mereka yang mengalami emboli paru memang 90% memiliki faktor risiko pembekuan darah seperti penggunaan pil KB. VAERS tidak dapat membuktikan bahwa vaksin tersebut menyebabkan kejadian tersebut, namun temuan ini membutuhkan investigasi lebih lanjut.


6.     Efektifitas vaksin apabila di berikan pada wanita yang telah terinfeksi PHV

Meskipun Gardasil dan Cervarix aman bila diberikan kepada orang yang sudah terinfeksi HPV, tetapi vaksin tidak mempunyai kemampuan untuk mengobati infeksi. Vaksin diatas hanya berguna untuk pencegahan. Kedua Vaksin ini memberikan manfaat maksimal jika seseorang menyuntikkan vaksin HPV sebelum ia aktif secara seksual.


7.     Gambaran biaya untuk melakukan Vaksinasi HPV

Satu satunya kekurangan dari Vaksin ini adalah harganya yang mahal. Untuk melihat harga terbaru di Medicastore, klik link dibawah:
 
Pemberian vaksin dapat di lakukan di dokter-dokter anak, klinik atau rumah sakit pemerintah atau tempat praktek dokter di kota anda. Namun, biaya atau harga untuk vaksinasi mungkin ditentukan oleh klinik yang menyediakan layanan Vaksin HPV untuk mencegah Kanker Serviks.

Konsultasikan dengan dokter anda.
Baca juga:

Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar

SHARING, BLOGGING AND EARNING