2012 | SHARING BLOGGING AND EARNING

Minggu, 20 Mei 2012

JENIS DAN BENTUK VAGINA

Mungkin sulit untuk membayangkan mengapa perempuan harus peduli tentang ukuran dan bentuk kelamin mereka. Ini karena kita tidak pernah memimpikan perempuan memiliki alat kelamin luar; semuanya harus berada di dalam tubuh mereka dan tidak kelihatan. Perempuan memiliki vagina. Ini yang kita telah diberitahukan dalam sekolah dan kehidupan. Kenyataan bahwa gadis dan wanita memiliki vulva jarang dinyatakan. Hanya anak laki-laki dan pria yang memiliki alat kelamin luar. Apa yang kebanyakan orang tidak menyadari adalah bahwa wanita dan gadis remaja pada kenyataannya juga memiliki kelamin dengan berbagai bentuk, warna, tekstur dan ukuran.

Pubertas / Waktu Perubahan
Selama masa pubertas, organ kelamin seorang gadis dapat mengalami perubahan yang besar. Sebelum masa pubertas kulit dari vulva sangat tipis, dan sangat mudah mengalami luka dan iritasi. Bahkan sebelum perkembangan payudara dapat dilihat jaringan vulva mulai memberikan reaksi terhadap peningkatan kadar hormon dengan perubahan jaringan menjadi lebih tebal dan besar. Selama masa pubertas labia dalam dan luar dari seorang gadis, penutup, klitoris dan selaput dara seringkali bertambah besar ukurannya. Bukan hanya perubahan ukuran dari alat kelamin gadis tersebut, akan tetapi juga bentuk, warna dan tekstur. Karena rambut kemaluan juga mulai tumbuh pada waktu ini para gadis remaja biasanya tidak menyadari perubahan-perubahan ini kecuali mereka melihatanya dengan sebuah cermin atau memeriksa dengan menggunakan jari-jari tangan mereka. Bahkan apabila seorang gadis mandi dengan gadis lainnya biasanya dia masih tidak menyadari bahwa mereka mengalami perubahan yang sama. Gadis remaja dan wanita bahkan biasanya dilarang untuk memperlihatkan alat kelamin mereka dan bercerita tentang ini, eksplorasi bersama bukan hal yang biasa diantara wanita yang lebih muda. (Gadis remaja dan wanita biasanya memandang ke alat kelamin dari gadis remaja dan wanita lainnya saat mereka memiliki kesempatan, karena rasa ingin tahu yang alami.) Pada masa pubertas berikutnya, alat kelamin gadis mungkin kelihatan tidak sama seperi saat mereka masih anak-anak.

Kaum wanita (istri anda) akan mengalami sebuah perubahan yang signifikan berupa :
  1. Suami akan merasakan perubahan fantastis saat senggama disebabkan vagina mampu mencengkeram penis lebih kuat.
  2. Vagina akan lebih sensitif dan peka rangsang, sehingga akan lebih mudah mencapai orgasme.
  3. Meningkatkan kepuasan seksual (karena lebih kuatnya ‘daya cengkeram’ vagina).
 Jenis dan Bentuk Vagina Wanita
  1. Vagina Mutasyahhimah, yaitu perempuan yang dipenuhi lemak. Perempuan semacam ini tidak mendapatkan kenikmatan kecuali dari penis yang panjang sehingga bisa mencapai jarak terjauh.
  2. Vagina Lizqah, yaitu perempuan yang termakan oeh daerah-daerah yang ada di sekitarnya. Lemak di dalamnya sedikit. Dan daging yang tersisa menempel dan menggantung pada bagian atasnya. Perempuan semacam ini menyukai penis yang diameternya lebar.
  3. Vagina Qa’ra, yaitu perempuan yang cekung karena syahwatnya yang besar dan nafsunya yang melampaui batas. Penis yang paling disukainya adalah yang diameternya lebar dan kepalanya besar agar dapat memenuhi tempat-tempat yang ada di dalam dan mengalirkan nikmat kepadanya.
  4. Vagina Jaufa, yaitu perempuan yang sisi-sisi berongga dan jarak antara kedua bibir serta sudut-sudutnya Vagina semacam ini tidak dapat dipenuhi kecuali oleh penis yang panjang dan besar. Biasanya dimiliki oleh perempuan yang tinggi.
  5. Vagina Mutkhamah, yaitu perempuan yang bagian bawah dan bagian atas sama. Syahwatnya kecil dan orgasmenya cepat. Perempuan semacam ini menyukai laki-laki yang goyangannya kuat dan orgasmenya cepat.
  6. Vagina Syafra’, yaitu perempuan yang daging kedua sisi tipis. Perempuan semacam ini menyukai penis yang panjang dan kecil.
  7. Vagina Munhaniqah, yaitu perempuan yang dinding-dinding tebal pada bagian luar dan kurang berisi pada bagian dalam sehingga syahwat tertahan di dalamnya. Perempuan semacam ini menyukai penis yang besar dan diameternya lebar, urat-uratnya keras dan kepalanya sangat besar.
Kepekaan Estrogen
Labia minora sangat sensitif terhadap estrogen dan kadar yang meningkat dapat mengakibatkan pembesaran dan peningkatan sensitifitas. Hal ini mungkin terjadi selama masa kehamilan. Ini dapat menjadi kondisi yang sangat tidak menyenangkan yang membutuhkan perhatian dokter. Resep obat-obatan dan krim yang diberikan dapat menjadi penyebabnya. Kebanyakan labia yang besar timbul karena masalah genetik, bukan karena masalah lingkungan.
 

Kamis, 15 Maret 2012

ANATOMI ORGAN GENITALIA EKSTERNA PADA WANITA

Organ reproduksi eksterna yang sering disebut sebagai vulva, mencakup semua organ yang dapat terlihat dari luar, mulai dari pubis sampai perineum, yaitu mons pubis, labia mayora dan minora, klitoris, himen, vestibulum, meatus uretra, berbagai kelenjar serta pembuluh darah (Cunningham, 2001).

LABIA MAYORA: Berupa dua lipatan jaringan lemak yang ditutupi kulit dan folikel rambut yang akan berlanjut menjadi mons pubis di bagian anterior dan bersatu menjadi perineum di posterior (Sastrawinata, 1993).

LABIA MINOR
A: Berupa lipatan jaringan yang tipis, lembab dan kemerahan. Tidak ditemukannya folikel rambut, namun banyak folikel sebasea yang tersebar. Labia minora merupakan jaringan erektil yang sangat sensitif dan memiliki ujung-ujung saraf. Pada labia minora yang menyatu di bagian posterior disebut fourchette posterior. Terlihat jelas pada wanita nullipara, anmun pada multipara labia minora secara tidak kentara bergabung menjadi labia mayora (Sastrawinata, 1993)

HIMEN atau SELAPUT DARA: Lapisan yang tipis dan menutupi sebagian besar dari introitus vagina. Pada wanita dewasa yang masih gadis, tebal himen bervariasi dan selaput ini menutupi hampir seluruh liang vagina. Lubang pada himen mempunyai diameter yang bervariasi, mulai dari sebesar jarum sampai dapat dilewati satu atau bahkan dua jari. Lubang himen biasanya berbentuk bulan sabit atau bulat, kadangkala berupa banyak lubang kecil, dan dapat pula berupa celah atau berumbai tidak beraturan.  Biasanya, himen robek pada beberapa tempat sewaktu coitus yang pertama kali, seringkali di bagian posterior. Kadangkala, robeknya himen dapat disertai dengan perdarahan yang hebat (Sastrawinata, 1993 ; Cunningham, 2001).
Perubahan pada hymen yang disebabkan koitus seringkali mempunyai arti mediko-legal yang penting, khususnya pada persangkaan perkosaan di mana dokter diminta untuk memeriksa korban dan memberikan kesaksian sehubungan dengan temuan fisik. Pada gadis yang diperiksa beberapa jam setelah persangkaan perkosaan, ditemukannya laserasi himen yang masih baru, ditemukannya titik-titik perdarahan atau abrasi pada himen, merupakan bukti yang mendukung adanya penetrasi vagina belum lama berselang dengan kemungkinan karena persetubuhan (Cunningham, 2001).

FOSSA NAVIKULARIS: Berada di bagian posterior vestibulum yang agak jarang terlihat kecuali pada wanita nullipara karena biasanya rusak setelah melahirkan.

VAGINA: Suatu jaringan muskulomembranosa berbentuk tabung yang memanjang dari vulva ke uterus, berada di antara kandung kemih di anterior dan rektum di posterior. Dinding depan vagina (~ 9cm) lebih pendek dari dinding belakang (~ 11cm). Fungsi dari vagina antara lain sebagai saluran keluar dari uterus, dilalui sekresi uterus, dan kotoran menstruasi; sebagai alat persetubuhan dan sebagai bagian jalan lahir saat persalinan (Cunningham, 2001).

REKTUM: Saluran panjang (13cm) sebagai lanjutan kolon sigmiodeum yang akan melanjutkan diri sebagai kanalis ani. Rektum terdiri dari lapisan muskular dan mukosa. Lapisan muskular tersusun atas lapisan otot polos longitudinal dan sirkuler, sedangkan mukosa rektum bersama dengan lapisan otot sirkuler membentuk tiga lipatan yang disebut plica transversalis recti (Cunningham, 2001).
 

REAKSI FISIOLOGIS HUBUNGAN SEKSUAL PADA WANITA

Reaksi pertama pada wanita yang mengalami rangsangan seksual adalah diproduksinya getah lendir vagina, pembesaran labia, pemanjangan serta pelebaran vagina. Perubahan ini hanya bersifat sementara dan jarang berlangsung lama setelah orgasme. Lendir vagina merupakan hasil transudasi (sweating phenomenon) di seluruh vagina, di mana produksinya akan berhenti bila rangsangan seksual menghilang, akhirnya getah tersebut mengering dengan cepat (Budiyanto, 1997).


Selaput dara biasanya robek pada hubungan seksual yang pertama kali. Namun dapat pula terjadi hubungan seksual tanpa menimbulkan  kerusakan pada selaput dara, bila introitus vagina cukup lebar. Hasil penelitian klinis menunjukkan bahwa rasa sakit biasa timbul pada waktu terjadi deflorasi, namun perdarahan yang timbul, baik dari selaput dara atau fourchet sangat sedikit. Tidak adanya perdarahan menunjukkan juga bahwa introitus vagina telah mengalami regangan tanpa terjadi robekan, atau terjadi robekan pada jaringan avaskuler (Budiyanto, 1997).

Bukti adanya deflorasi tidak selalu dapat ditemukan. Minimal ditemukan robekan kecil pada selaput dara yang tidak meluas ke perifer. Mungkin pula ditemukan robekan kecil yang telah sembuh yang disebabkan penggunaan tampon dalam vagina. Selain itu, selaput dara juga dapat robek oleh jari tangan atau benda lain (Budiyanto, 1997).

Tidak terdapatnya robekan pada selaput dara, tidak berarti bahwa pada wanita tidak terjadi penetrasi penis, sebaliknya adanya robekan hanya merupakan pertanda adanya sesuatu benda tumpul yang masuk ke dalam vagina. Proses penyembuhan dari selaput dara yang robek pada umumnya dicapai dalam waktu 7-10 hari setelah penetrasi terjadi (Knight, 1991 ; Idries, 1997).

Selama persetubuhan, pada saat terjadi ejakulasi, cairan semen akan mengisi saluran vagina. Perubahan posisi pada wanita dapat menyebabkan cairan semen keluar lagi dan membuat noda pada rambut pubis, perineum, paha bagian atas, juga seprai atau celana dalam. Ejakulasi di luar vagina dapat menyebabkan deposit cairan semen pada berbagai bagian dari tubuh (Idries, 1997).

Setelah ejakulasi terjadi, sperma di dalam liang vagina masih dapat bergerak dalam waktu 4-5 jam. Sperma yang tidak bergerak masih dapat ditemukan sampai sekitar 24-36 jam setelah ejakulasi. Meskipun korban (perempuan) telah mati, sperma masih dapat ditemukan sampai  7-8 hari (Idries, 1991).